Minggu, 05 Januari 2014

Sejarah Penemuan Penyakit Stroke

Penyakit stroke sebetulnya bukanlah penyakit baru. Lebih dari 24 abad yang lalu, Hipocrates telah mengenali penyakit ini dan menyebutnya sebagai apoplexy yang dalam bahasa Yunani berarti dilumpuhkan dengan kekerasan. Istilah ini diberikan sehubungan dengan kondisi penderita yang lumpuh secara tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya. Pada saat itu, dunia kedokteran memang belum semaju sekarang, sehingga penyebab stroke masih menjadi misteri.

Hubungan antara penyakit stroke dan otak mulai terkuak ketika pada pertengahan abad 17 Jacob Wepfer menemukan adanya pendarahan di otak pada pasien apoplexy. Dalam penelitiannya, ia juga menemukan bahwa penyumbatan pada pembuluh darah di otak ternyata juga menyebabkan apoplexy. Penelitian ini kemudian semakin berkembang, hingga pada tahun 1928 apoplexy dikategorikan berdasarkan masalah pembuluh darah yang menjadi penyebabnya. Semenjak itu pulalah istilah stroke sebagai sebuah gejala serangan terhadap otak mulai dikenal.
Dewasa ini, dunia medis menggolongkan stroke menjadi 2 golongan: stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik adalah penyakit stroke yang disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah di otak atau yang menuju otak, sedangkan stroke hemoragik adalah penyakit stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak. Kedua jenis stroke ini sama-sama berbahaya, namun biasanya stroke hemoragik membawa akibat yang lebih fatal.
Karena perbedaan penyebabnya itulah, maka obat stroke iskemik berbeda dengan obat hemoragik. Begitu pula dengan cara penanganannya. Oleh sebab itu, sebelum mulai menjalani pengobatan, pastikan dahulu jenis stroke yang dialami.
Bagi Anda yang membutuhkan obat stroke alami dan mujarab, silahkan kunjungi web kami: Jual Obat Stroke

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar