Minggu, 22 Desember 2013

Tentang Stroke (Bagian 3)

Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel Tentang Stroke (Bagian 2)

1. STROKE NON HEMORAGIK by artikelkedokteran

Stroke sudah dikenal sejak dulu kala, bahkan sebelum zaman Hippocrates. Soranus dari Ephesus (98 -138) di Eropa telah mengamati beberapa faktor yang mempengaruhi stroke. Hippocrates adalah Bapak Kedokteran asal Yunani. Ia mengetahui stroke 2400 tahun silam. Kala itu, belum ada istilah stroke. Hippocrates menyebutnya dalam bahasa Yunani: apopleksi. Artinya, tertubruk oleh pengabaian. Sampai saat ini, stroke masih merupakan salah satu penyakit saraf yang paling banyak menarik perhatian. Definisi WHO, stroke adalah menifestasi klinik dari gangguan fungsi serebral, baik fokal maupun menyeluruh (global), yang berlangsung dengan cepat, selama lebih dari 24 jam atau berakhir dengan maut, tanpa ditemukannya penyebab lain selain gangguan vaskuler. Istilah kuno apopleksia serebri sama maknanya dengan Cerebrovascular Accidents/Attacks (CVA) dan Stroke. [...]

Artikel lain: obat hiv aids - super lutein - obat maag kronis


2. OBAT STROKE MUJARAB by Mygoldenduck

[...] Stroke adalah salah satu penyakit yang sangat ditakuti di dunia. Di negara-negara maju, penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian yang utama. Kalaupun dapat diselamatkan, kadang-kadang penderita mengalami kelumpuhan di anggota badannya, kehilangan sebagian ingatan atau kemampuan bicaranya. Berbagai penelitianpun dilakukan untuk menemukan obat stroke yang ampuh dan aman. Namun demikian, memang tidak mudah menemukan obat dengan kriteria tersebut. [...]

3. STROKE NON HEMORAGIK by  kajianpustaka.com

[...]Stroke Non Hemoragik dapat disebabkan oleh (Aliah, 2003):
1. Trombus
Oklusi vaskuler hampir selalu disebabkan oleh trombus, yang terdiri dari trombosit, fibrin, sel eritrosit dan lekosit. Trombus yang lepas dan menyangkut di pembuluh darah lebih distal disebut embolus.

2. Emboli
Emboli merupakan 5-15 % dari penyebab stroke. Emboli berasal dari trombus yang rapuh atau kristal kolesterol dalam a. karotis dan a. vertebralis yang sklerotik, bila terlepas dan mengikuti aliran darah akan menimbulkan emboli arteri intrakranium, yang akhirnya menyebabkan iskemia otak. Adanya kelainan katup jantung baik kogenital maupun karena infeksi, atrial fibrilasi merupakan faktor resiko terjadinya embolisasi. Emboli dapat terbentuk dari gumpalan darah, kolesterol, lemak, fibrin trombosit, udara, tumor, metastase, bakteri atau benda asing. [...]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar